Minggu, 28 November 2010

Legenda Kraken

Mungkin tidak ada monster legendaris yang lebih mengerikan dibandingkan dengan Kraken, penguasa lautan yang membuat para pelaut bergidik ketakutan. Apa yang menarik dari legenda Kraken adalah adanya kemungkinan kalau legenda ini mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata.


Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.

Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk kepada Gurita.

Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering disinggung di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean atau Clash of The Titans. Jika ada makhluk raksasa penguasa lautan, maka Krakenlah namanya.

Karakter Kraken
Kita mungkin mengira Kraken hanyalah sebuah bagian dari dongeng, namun sebenarnya tidak demikian. Sebutan Kraken pertama kali muncul dalam bukuSystema Naturae yang ditulis Carolus Linnaeus pada tahun 1735.

Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasi makhluk hidup ke dalam golongan-golongannya. Dalam bukunya itu, ia mengklasifikasikan Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi, boleh dibilang kalau Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.

Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis, pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit tahun 1752 kalau Kraken "tidak bisa disangkal, adalah monster laut terbesar yang pernah dikenal".

Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau yang terapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan kalau makhluk ini bisa menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menariknya ke dasar lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya terutama dari Kraken adalah riak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Riak itu bisa menenggelamkan kapal yang ada di dekatnya.

Menariknya, selain menggambarkan Kraken sebagai makhluk yang berbahaya, Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari makhluk misterius ini. Ia menyebutkan kalau ikan-ikan di laut suka berada di dekat Kraken. Karena itu juga, para nelayan Norwegia yang mengetahui hal ini suka mengambil risiko untuk menangkap ikan dengan membawa kapalnya hingga berada tepat di atas Kraken.

Jika mereka pulang dengan membawa hasil tangkapan yang banyak, para penduduk desa tahu kalau para nelayan tersebut pastilah telah menangkap ikan tepat di atas Kraken.

Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng. Namun ketika sisa-sisa bangkai monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari kalau legenda mengenai Kraken mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata, yaitu cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).

Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?

Benarkan mereka bisa menyerang sebuah kapal besar seperti yang digambarkan di film-film?

Penampakan Signifikan
Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang menyelidiki subjek mengenai Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany, Perancis, ada sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya. Insiden yang tergambar dalam lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa nyata.

Dikisahkan kalau kapal tersebut adalah kapal Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan serangan tak terduga tersebut, para pelaut di atas kapal lalu membuat sebuah kaul untuk St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya ini, mereka akan melakukan perjalanan ziarah.

Para awak kapal kemudian mengambil kapak dan mulai melawan monster itu dengan memotong tentakel-tentakelnya. Monster itupun pergi. Sebagai pemenuhan atas kaul itu, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa yang menimpa mereka.

Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut itu tidak diketahui persis tahun terjadinya. Namun, paling tidak, penyerangan monster raksasa terhadap sebuah kapal tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.

Selain kisah lukisan di Kapel St.Thomas, Mr.Monfort juga menceritakan perjumpaan lain dengan makhluk serupa cumi atau gurita raksasa yang dialami oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang bertemu dengan makhluk itu juga di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa itu menyerang kapal mereka dan bahkan berhasil membunuh tiga awaknya.

Para awak kapal yang lain tidak tinggal diam dan segera mengambil meriam dan menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga ia menghilang ke dalam lautan.

Kapten Dens memperkirakan monster itu memiliki panjang 11 meter.

Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di kepulauan Canary, para awak kapal Perancis, Alencton, menyaksikan seekor monster laut raksasa berenang tidak jauh dari kapal. Para pelaut segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian ditembakkannya ke arah monster itu.

Monster yang ketakutan dengan segera berenang menjauh. Namun, kapal Alencton segera diarahkan untuk mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya, garpu-garpu besi segera dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring segera dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah dan hancur yang kemudian segera jatuh ke dalam air dengan menyisakan hanya sebagian dari tentakelnya.

Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu diperlihatkan kepada komunitas ilmuwan, mereka sepakat kalau para awak kapal mungkin telah menyaksikan seekor cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.

Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya berhasil menemukan tentakel cumi raksasa di Newfoundland. Setelah diukur, para peneliti menyimpulkan kalau hewan itu kemungkinan memiliki panjang hingga 11 meter.

Pada tahun 1924, Frank T.Bullen menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Cruise of the Chacalot. Dalam buku ini, Bullen menceritakan sebuah kisah luar biasa yang disebut terjadi pada tahun 1875. Kisah ini membuat Kraken mendapatkan musuh abadinya, yaitu Paus Penyembur (Sperm Whale).

Menurut Bullen, pada tahun 1875 ia sedang berada di sebuah kapal yang sedang berlayar di selat Malaka. Ketika malam bulan purnama, ia melihat ada sebuah riakan besar di air.

"Ada gerakan besar di dalam laut saat purnama. Aku meraih teropong malam yang selalu siap di gantungannya. Aku melihat seekor paus penyembur besar sedang terlibat perang hebat dengan seekor cumi-cumi yang memiliki tubuh hampir sebesar paus itu. Kepala paus itu terlihat lincah seperti tangan saja layaknya. Paus itu terlihat sedang menggigit tentakel cumi itu dengan sistematis. Di samping kepalanya yang hitam, juga terlihat kepala cumi yang besar. Mengerikan, aku tidak pernah membayangkan ada cumi dengan kepala sebesar itu."
Mendengar kesaksian Bullen, kita mungkin tergoda untuk mengatakan kalau ia membesar-besarkan atau mungkin mengarangnya saja. Namun, pada Oktober 2009, komunitas ilmuwan menyadari kalau kisah yang diceritakan Bullen mungkin memang bukan sekedar cerita fiksi. Cumi raksasa memang bermusuhan dengan Paus Penyembur.

Di wilayah perairan di pulau Bonin di Jepang, para peneliti kelautan berhasil mendapatkan foto-foto langka yang memperlihatkan seekor paus penyembur sedang menyantap seekor cumi raksasa yang diperkirakan memiliki panjang 9 meter.


Dendam lama tidak pernah berakhir.

Giant Squid, Colossal Squid dan Giant Octopus
Sekarang, mari kita sedikit mengenal lebih jauh tiga teman raksasa kita yang mungkin telah memicu legenda Kraken. Saya akan mulai dari Giant Squid atau Cumi raksasa.

Giant Squid atau Cumi-cumi raksasa
Giant Squid atau cumi-cumi raksasa yang berasal dari genus Architeuthis ini memiliki 8 spesies dan diketahui bisa memiliki panjang hingga 13 meter bagi yang betina dan 10 meter untuk yang jantan. Ukuran ini dihitung dari sirip caudal hingga ujung tentakelnya. Namun, ukuran cumi ini bisa jadi lebih besar daripada yang diperkirakan.

Pada tahun 1880, potongan tentakel ditemukan di Selandia Baru dan diperkirakan merupakan milik dari cumi raksasa yang memiliki panjang 18 meter. Ukuran yang sangat luar biasa!


Ide kalau seekor cumi raksasa bisa menenggelamkan sebuah kapal mungkin terdengar mengada-ngada pada zaman ini. Namun, pada abad pertengahan, ukuran kapal tidak sebesar yang kita miliki sekarang. Contohnya, kapal Columbus yang bernama Pinta hanya memiliki panjang 18 meter. Sebuah cumi sepanjang 10-15 meter sudah bisa dipastikan dapat menyerang dan menenggelamkan kapal ini dengan mudah.


Perilaku giant Squid ini hampir tidak pernah dikenal sebelumnya hingga pada tahun 2004 ketika para ilmuwan Jepang berhasil mendapatkan 556 foto makhluk ini dalam keadaan hidup. Cumi-cumi tersebut terperangkap dalam sebuah jebakan yang dibuat. Ketika ia berhasil lolos, salah satu tentakelnya yang memiliki panjang 5,5 meter putus. Dari panjang ini, para ilmuwan tersebut memperkirakan kalau makhluk itu memiliki panjang 8 meter.

Colossal Squid atau Cumi Kolosal
Apabila kita mengira Cumi raksasa sudah memiliki ukuran yang luar biasa, maka, perkenalkan makhluk yang satu ini, Colossal Squid atau Cumi kolosal.

Makhluk ini memiliki nama latin Mesonychoteuthis hamiltoni dan para ilmuwan percaya kalau makhluk ini bisa bertumbuh hingga paling tidak memiliki panjang 14 meter. Ini membuatnya menjadi hewan invertebrata terpanjang di dunia. Walaupun demikian, para ilmuwan tidak bisa memastikan hingga seberapa panjang hewan ini bisa bertumbuh.

Mengenai Colossal Squid, Dr.Steve O'Shea, ahli cumi dari Auckland University berkata:

"Sekarang kita tahu kalau makhluk ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding Giant Squid. Giant Squid bukan lagi cumi terbesar di luar sana. Sekarang kita memiliki sesuatu yang lebih besar. Bahkan bukan cuma sekedar besar, tetapi benar-benar jauh lebih besar."


Colossal Squid di foto di atas ditangkap di Laut Ross dan memiliki panjang mantel 2,5 meter. Ukuran ini termasuk luar biasa karena Giant Squid terbesar yang diketahui hanya memiliki panjang mantel 2,25 meter. Lagipula, Colossal Squid di atas dipercaya masih dapat bertambah panjang hingga mencapai ukuran yang jauh lebih besar.

Jika ada Kraken di luar sana, maka bisa dipastikan kalau Colossal Squid adalah tersangka paling utamanya.

Lalu, apa bedanya Giant Squid dan Colossal Squid?

Giant Squid hanya memiliki tentakel yang memiliki lubang penghisap dan gigi-gigi kecil, sedangkan Colossal Squid memiliki tentakel yang juga dilengkapi dengan kait yang tajam. Beberapa kait bahkan memiliki 3 ujung.

Selain dua jenis Cumi-cumi di atas, makhluk yang satu ini juga memiliki tentakel dan bisa bertumbuh dalam ukuran yang luar biasa, yaitu Giant Octopus.

Giant Octopus atau Gurita Raksasa
Giant Octopus atau gurita raksasa bisa bertumbuh hingga memiliki panjang 9 meter. Panjang ini cukup membuatnya menjadi monster yang ditakuti oleh para pelaut. Makhluk inilah yang dipercaya Monfort sebagai monster yang menyerang para pelaut Norwegia di lepas pantai Angola yang lukisannya tergantung di Kapel St.Thomas.

Bangkai ini terdampar di pantai St.Augustine, Florida tahun 1896. Dipercaya sebagai Giant Octopus


Pada masa kini, teori mengenai Cumi atau Gurita raksasa dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai legenda Kraken.

Jika kita beranggapan kalau legenda Eropa yang mengatakan kalau Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau sebagai "membesar-besarkan", maka mungkin misteri Kraken memang sudah terpecahkan.

Werewolf

Walaupun kedengarannya seperti sebuah kisah dalam film Holywood, namun, kisah mengenai manusia yang dapat berubah menjadi serigala dapat ditemukan di banyak negara di dunia.


Bahkan, kisah mengenai makhluk yang biasa dikenal dengan nama Werewolfatau Lycan ini bisa ditemukan di catatan-catatan Yunani kuno.

Werewolf di dalam Literatur KunoHerodotus, dalam bukunya yang berjudul Histories pernah menulis mengenaiNeuri, sebuah suku yang berdiam di timur laut Scythia (dekat Ukrainia) yang penduduknya berubah menjadi serigala setiap sembilan tahun.

Dalam mitologi Yunani kuno, raja Arcadia yang bernama Lycaon disebut diubah menjadi serigala oleh dewa Zeus akibat mengorbankan dan memakan daging anaknya sendiri. Nama Lycaon kemudian menurunkan kataLycanthropy yang kita kenal sekarang ini.

Cendikiawan Roma, Pliny the Elder, juga pernah bercerita mengenai seorang pria yang berubah menjadi serigala setelah memakan isi perut seorang anak kecil.

Lalu, pada tahun 60 Masehi, Gaius Petronius menulis dalam bukunya mengenaiNiceros yang menyaksikan temannya berubah menjadi serigala. Niceros bercerita:

"Ketika aku mencari sahabatku, aku menemukannya sedang melepas seluruh pakaiannya dan menaruhnya di pinggir jalan...lalu, ia kencing sambil membentuk lingkaran dengan urinnya di sekeliling pakaian yang tergeletak. Tiba-tiba, ia berubah menjadi serigala. Setelah itu, ia mulai melolong dan berlari masuk ke hutan."

Walaupun lebih banyak ditemukan di Eropa, kisah mengenai werewolf juga bisa ditemukan di wilayah di luar Eropa.

Di kalangan suku Indian Amerika, makhluk serupa dikenal dengan nama Skin Walker. Di Turki disebut Turkadam, sedangkan di Amerika tengah dikenal dengan nama Nagual. Percaya atau tidak, di Eropa dan Amerika, Leak Balidianggap sebagai Werewolfnya Indonesia.

Karakteristik Werewolf
Menurut legenda, pada saat bulan purnama, seorang manusia, dalam kondisi tertentu akan berubah menjadi serigala. Tubuhnya akan menjadi tinggi dan kuat. Matanya bersinar terang seperti hewan pada umumnya dan alisnya yang lebat akan bertemu di tengah. Mulutnya terlihat selalu kering, seperti orang yang kehausan.

Kulitnya kasar dan ditumbuhi bulu yang lebat. Telinganya berubah menjadi lancip seperti anjing dengan gelambir yang menggantung di lehernya. Bedanya dengan serigala, werewolf tidak memiliki ekor.

Salah satu metode untuk mengidentifikasi werewolf dalam rupanya sebagai manusia adalah dengan melukai tubuhnya. Jika ia adalah werewolf, maka di bagian tubuh yang terluka akan terlihat adanya bulu seperti serigala.

Cara lainnya, menurut legenda Rusia, seorang werewolf dapat dikenali dengan adanya bulu di bawah lidahnya.

Walaupun dalam film-film Holywood disebutkan kalau werewolf bisa dibunuh dengan peluru perak, karakteristik ini tidak bisa ditemukan di dalam legenda.

Bagaimana cara berubah menjadi Werewolf
Di Italia, Perancis dan Jerman, disebutkan kalau seseorang dapat berubah menjadi werewolf dengan cara tidur di luar rumah pada saat bulan purnama musim semi yang jatuh pada hari rabu atau jumat tertentu.

Lalu, ada juga yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi werewolf karena digigit oleh werewolf lain. Ini membuatnya menjadi sama seperti legenda Vampire. Ada lagi yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi werewolf karena dikutuk.

Tetapi, kebanyakan legenda percaya kalau transfigurasi seorang manusia menjadi werewolf terutama diakibatkan oleh kegiatan yang berhubungan dengan aktifitas satanic atau sihir.

Pandangan ini meluas pada abad pertengahan di Eropa yang diiringi dengan perburuan werewolf, vampire dan penyihir. Di Perancis sendiri, antara tahun 1520 hingga tahun 1630, ada sekitar 30.000 orang yang ditangkap karena dianggap sebagai werewolf. Kebanyakan dari tersangka ini kemudian menjalani penyiksaan dan interogasi yang keji hingga tewas.

Walaupun sering dianggap sebagai aktifitas satanic, ada sebuah kisah yang cukup membingungkan.

Pada tahun 1692, seorang pria berusia 80 tahun yang bernama Thiess dari Livonia memberikan kesaksian di bawah sumpah kalau ia dan beberapa teman lainnya adalah werewolf yang disebutnya sebagai "Anjing pemburu Tuhan".

Ia mengklaim kalau mereka adalah perajurit yang diutus Tuhan untuk memburu para penyembah setan dan para penyihir. Thiess juga mengatakan kalau kelompok werewolf seperti dia juga terdapat di Rusia dan Jerman.

Kesaksian Thiess dianggap sebagai penghujatan terhadap Tuhan dan ia dihukum 10 kali cambukan karenanya.

Werewolf dan Vampire
Bagaimana hubungan antara werewolf dan vampire? Kita melihat mereka bermusuhan seperti di film underworld, apakah benar seperti itu?

Sepertinya tidak. Pada abad pertengahan, di Eropa berkembang kepercayaan kalau jasad mereka yang dibunuh karena dianggap werewolf harus dikremasi. Jika tidak, maka jasad itu akan bangkit dari kubur sebagai Vampire.

Ini mengindikasikan kalau masyarakat waktu itu percaya werewolf dan vampire adalah satu oknum.

Di Serbia, Bulgaria dan Slovakia, Vampire dan Werewolf juga dianggap sebagai makhluk yang sama yang dikenal dengan nama Vulkodlak.

Penampakan Signifikan
Salah satu alasan mengapa kisah mengenai werewolf bisa bertahan selama ribuan tahun adalah akibat banyaknya laporan penampakan yang terjadi selama rentang waktu itu.

Misalnya, tahun 1790. Dua orang pengembara sedang berada di Wales Utara ketika seekor hewan besar menyerang kuda mereka. Satu kuda mati terbunuh. Peristiwa ini terjadi saat bulan purnama terlihat di atas langit. Banyak yang percaya kalau makhluk yang menyerang mereka adalah seekor werewolf.

Lebih dari 200 tahun setelah peristiwa itu, tepatnya di tahun 1992, juga di Wales, surat kabar lokal memberitakan mengenai makhluk aneh sebesar beruang yang terlihat berkeliaran di tempat itu. Seorang petani sempat melihat makhluk itu saat bulan purnama dan ia menemukan dua ekor dombanya sudah mati. Sebagian orang juga percaya kalau makhluk itu adalah seekor werewolf.

Legenda Beast of Gevaudan yang meneror Perancis tahun 1760an juga sering dianggap sebagai kasus klasik Werewolf.

Para saksi mata yang melihat makhluk itu mendeskripsikannya sebagai makhluk yang mirip dengan anjing atau serigala.

Beast of Gevaudan tercatat melakukan 11 kali penyerangan dimana kebanyakan korbannya adalah wanita dan anak-anak. Para korban tewas ditemukan dengan tubuh termutilasi dan menunjukkan tanda-tanda dimangsa.


Militer Perancis sampai mengerahkan pasukan untuk memburu makhluk itu. Namun, tidak membawa hasil.

Dari antara semua penampakan modern mengenai werewolf, mungkin penampakan yang paling luar biasa adalah apa yang dialami oleh Mrs.Delburt Gregg dari Texas.

Pada suatu malam di tahun 1958, Mrs.Gregg sedang sendirian di kamarnya ketika ia mendengar suara seperti menggaruk di jendelanya. Sekilas, ia bisa melihat adanya seekor makhluk besar berbulu seperti serigala yang sedang menatapnya dengan mata bersinar. Mrs.Gregg juga bisa melihat gigi taringnya yang putih.

Menyadari kehadirannya telah diketahui, makhluk itu kemudian segera berlari masuk ke dalam semak-semak.

Mrs.Gregg bercerita:

"Setelah beberapa saat, aku menyaksikan satu sosok keluar dari semak-semak. Tetapi, aku tidak melihat adanya serigala berbulu lebat. Figur yang terlihat keluar adalah seorang pria yang sangat tinggi yang kemudian berjalan terburu-buru hingga menghilang di kegelapan malam."

Penampakan Mrs.Gregg sangat sesuai dengan gambaran werewolf versi Holywood.

Kalau begitu, apakah benar ada makhluk werewolf seperti yang digambarkan oleh film-film Holywood?

Penjelasan Alternatif

Sepertinya sulit mengabaikan keberadaan makhluk ini. Jika werewolf hanyalah sebuah cerita rakyat, dongeng atau rekaan Holywood, mengapa kisah penampakan makhluk ini bisa tersebar ke seluruh dunia sejak ribuan tahun yang lalu?

Jika kisah werewolf baru muncul beberapa puluh tahun belakangan, mungkin kita bisa berargumen kalau televisi dan media yang telah menyebarkannya. Tetapi, sepertinya setiap wilayah di dunia, punya kisah werewolfnya masing-masing.

Jadi, apakah makhluk yang disebut werewolf benar-benar ada?

Sebelum masuk ke situ, mungkin ada baiknya kita melihat beberapa teori alternatif yang berusaha menjelaskan mengenai makhluk ini.

Teori alternatif ini dibuat berdasarkan premis kalau tidak ada manusia yang bisa berubah menjadi serigala. Yang ada adalah salah interpretasi atau cerita hiperbolik yang diceritakan secara turun-temurun.

Ini adalah beberapa diantaranya:

Pria berpakaian serigala
Ada sebuah peristiwa mengerikan terjadi di kota Bedburg, Jerman, pada tahun 1591. Suatu hari, sekelompok penduduk berhasil mengepung seekor serigala yang masuk ke desa. Lalu mereka mulai menyerang serigala itu dengan kayu. Anehnya, serigala itu tidak berusaha untuk lari atau melawan.

Tiba-tiba, para penduduk melihat hewan itu berdiri dan makhluk yang dianggap sebagai serigala itu ternyata adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan kulit serigala. Mereka mengenalinya sebagai Peter Stubbe, salah satu penduduk Bedburg juga.

Para penduduk lalu membawanya ke desa dan mulai menginterogasinya. Stubbe mengakui kalau ia telah membunuh 16 orang, termasuk 2 perempuan hamil dan 13 anak-anak.

Lalu, ia mulai bercerita lebih jauh.

Pada usia 12 tahun, Stubbe sudah tertarik dengan ilmu sihir dan mulai mempelajarinya. Bertahun-tahun kemudian, ia semakin serius mempelajarinya dan bahkan ia memulai perjanjian dengan setan. Tidak butuh waktu lama, Stubbe mulai dipenuhi dengan angan-angan untuk membunuh. Ketika mengincar mangsanya, Ia akan bersembunyi di hutan sambil menyamar menjadi serigala.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Stubbe terbilang cukup sadis. Ia biasa merobek tenggorokan korbannya dan menghisap darahnya. Secara perlahan, keinginannya akan darah menjadi tidak tertahankan sehingga ia terus membunuh untuk memuaskannya. Dalam banyak kesempatan Stubbe bahkan memakan daging korbannya.

Yang paling mengerikan dari kejahatan Stubbe adalah kejahatan yang dilakukannya terhadap anaknya sendiri.

Suatu hari, Ia membawa anak laki-lakinya yang masih kecil ke hutan, memecahkan tengkoraknya dan memakan otaknya.

Peter Stubbe tercatat sebagai salah satu pembunuh berantai paling sadis di dalam sejarah dunia. Kejahatan yang dilakukannya begitu mengerikan sehingga pengadilan memutuskan untuk menghukum matinya dengan cara yang tak kalah sadis. Tubuhnya diikat di sebuah roda, lalu, daging tubuhnya dicabik-cabik dengan besi panas. Kaki dan tangannya kemudian dipatahkan dan akhirnya ia dipenggal. Sisa mayatnya lalu dibakar menjadi abu.

Peristiwa pembunuhan Peter Stubbe terjadi pada abad pertengahan dimana Eropa sedang berada pada masa dimana tahayul merajalela. Bisa jadi kisah ini tersebar luas dan menimbulkan rumor mengenai adanya makhluk jadi-jadian bernama Werewolf.

Halusinasi
 
Penulis pertama yang mengkaitkan antara werewolf dengan penyakit adalahMarcellus Sidetes (abad 2 Masehi), seorang Yunani yang tinggal di Turki dan menulis buku mengenai pengobatan.

Ia menyebutkan kalau ada kasus dimana seseorang mengalami perasaan yang menuntunnya untuk percaya kalau ia adalah serigala yang kemudian membuat orang tersebut berkeliaran di pemakaman.

Argumen Sidetes kemudian dikonfirmasi oleh sains modern yang mendukung adanya kemungkinan ini. Salah satunya adalah keracunan ergot (sekumpulan jamur genus Claviceps). Mereka yang keracunan jamur jenis ini bisa mengalami halusinasi yang cukup parah dan bisa menganggap diri mereka sebagai hewan, atau merasa sedang diserang oleh hewan.

Salah satu kasus terburuk keracunan Ergot terjadi pada tahun 1951 di kotaPont St.Espri di Perancis. Sekitar 135 orang masuk rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Kasus ini terjadi akibat para penduduk memakan roti yang telah terinfeksi ergot. Jamur ini telah membuat mereka mengalami halusinasi yang membuat mereka percaya kalau harimau dan ular sedang menyerang mereka.

Tentu saja teori ini tidak bisa menjelaskan mengapa di tempat yang tidak pernah ditemukan ergot juga dilaporkan adanya penampakan werewolf.

Karena itu, kita masuk ke sebuah sebuah teori lain yang lebih populer. Teori ini percaya kalau werewolf sebenarnya adalah manusia yang terkena kelainan yang disebut Hypertrichosis atau werewolf syndrome.

Hypertrichosis (Werewolf Syndrome)

Jika werewolf hanya didefinisikan sebagai manusia berbulu lebat seperti serigala, maka sepertinya kita telah mendapatkan penjelasannya lewat kelainan yang disebut Hypertrichosis, kadang disebut werewolf syndrome.

Mereka yang menderita kelainan ini mengalami pertumbuhan rambut di tubuh dalam jumlah yang tidak wajar. Ada yang mengalami kelainan ini sejak lahir dan ada pula yang mengalaminya karena faktor eksternal seperti efek samping pengobatan.


Untuk yang mendapatkannya sejak lahir, belum ditemukan pengobatan yang bisa menyembuhkannya. Yang bisa dilakukan hanyalah mencukur rambut dengan teratur.

Kasus Hypertrichosis bawaan dari lahir boleh dibilang sangat langka karena sejak abad pertengahan hanya ada 50 kasus yang tercatat.


Tetapi, masalahnya, penderita Hypertrichosis tidak pernah berubah dari manusia menjadi serigala dan sebaliknya. Jadi, penjelasan ini pun sepertinya tidak sesuai dengan legenda werewolf.

Jadi, makhluk apakah werewolf ini sebenarnya?

Werewolf dan aktivitas sihir
Apakah makhluk ini berasal dari aktivitas sihir?

Ataukah makhluk ini seekor cryptid yang belum dikenal?

Namun, pertanyaan terpentingnya adalah, apakah manusia bisa berubah menjadi hewan?

Jika semua teori di atas tidak bisa menjelaskannya, maka saya rasa, jawaban paling "masuk akal" adalah: Werewolf memang ada dan ya, manusia bisa mengalami transfigurasi menjadi hewan dengan melakukan sihir tertentu.

Tapi, jika kalian tidak mempercayai adanya sihir yang bisa menyebabkan seorang manusia mengalami transfigurasi menjadi hewan, maka saya tidak punya teori lagi untuk dikemukakan.

Makhluk misterius Argentina

Pada tanggal 23 Juli 2010, dua peternak di Cerro El Creston, sekitar 40 kilometer barat San Jose de Metan, Argentina, berhasil membunuh seekor makhluk aneh seperti manusia, namun dengan gigi taring yang besar dan tajam. Foto kepala makhluk itu bocor ke publik dan cukup menghebohkan masyarakat Argentina.


Menurut penduduk lokal, Makhluk yang ditemukan ini mirip dengan makhlukUcumar yang dalam kepercayaan lokal disebut sebagai makhluk yang memiliki tubuh seperti manusia dengan rambut hitam lebat menutupi tubuhnya. Kadang makhluk ini juga sering dijuluki sebagai Yeti Argentina.

Keberadaan makhluk ini di wilayah hutan bagian selatan propinsi itu, terutamadi Rosario de la Frontera, memang telah menjadi pemberitaan media selama beberapa dekade.

Foto kepala makhluk tersebut yang bocor ke publik diambil oleh seorang pria bernama Martin. Ia memotretnya di properti milik peternak yang membunuh makhluk itu. Foto itu, yang diambil dari sebuah ponsel, jelas memperlihatkan seekor hominid dengan taring panjang dan mata yang menonjol.


Peternak yang membunuh makhluk itu berusia 79 tahun dan memiliki inisial nama JS, sedangkan keponakannya berinisial ES. Keduanya meminta nama asli mereka tidak dibocorkan ke publik.

Martin menceritakan kepada harian El Tribuno mengenai pengalamannya ketika ia mengunjungi peternak tersebut.


"Sabtu itu, saya tiba di peternakan itu dan mereka menceritakan kepada saya mengenai peristiwa yang terjadi pada malam hari sebelumnya. Saya memasuki rumah mereka dan disana tergantung mayat makhluk itu, kedua tangannya terikat dan memanjang hampir menyentuh lantai. Saya menanyakan kepada mereka nama makhluk itu, dan mereka tidak bisa menjawabnya."

Menurut Martin lagi, JS dan ES membunuh makhluk itu pada tanggal 23 Juli kemarin.

Di tengah kegelapan malam, ketika sedang mengumpulkan sapi-sapi, mereka mendengar suara yang memekakkan telinga di dekat ujung bukit yang mengelilingi properti mereka. Ketika menghampirinya dan menyinari tempat itu dengan senter, mereka menemukan adanya sepasang mata hijau bercahaya yang membuat mereka menjadi terpaku.


"Menurut mereka, makhluk itu adalah Goblin, dan untuk menakut-nakutinya, mereka menembakkan senapannya. Peluru itu mengenai makhluk itu di rahang bawah kirinya menembus hingga ke atas alis mata kanan. Karena tembakan itu, makhluk yang dipercaya sebagai Ucumar itu jatuh ke tanah."
Kedua peternak itu kemudian membawa mayatnya ke petenakan. Keesokan harinya, ketika hari terang, mereka mulai yakin kalau mereka telah menembak Ucumar. Kata Martin lagi:

"Makhluk itu memiliki bulu hitam pendek yang lebat di seluruh tubuhnya, kecuali wajahnya. Sangat menakutkan melihat ukuran dari taringnya."
Karena takut dengan tindakan pembalasan, JS meminta Martin dan rekan lainnya untuk memotong kepala makhluk itu dan membuang tubuhnya. Pembalasan yang dimaksud oleh JS adalah karena ia percaya mereka telah membunuh anak dari Ucumar dan kuatir akan adanya tindakan balas dendam.

Namun, tidak jelas apa yang dimaksudnya dengan pembalasan, entahkah pembalasan yang berasal dari sang induk atau dari masyarakat.

Martin menjelaskan: "Kami memotong kepalanya yang kemudian disimpan di peternakan. Lalu, kami membungkus tubuhnya ke dalam beberapa kantong dan membuangnya ke lembah."
JS, sang pemilik Ranch, tinggal sendiri di peternakannya dan hanya mendapatkan kunjungan dari keponakannya sesekali.

Menurut Martin, makhluk itu memiliki tinggi sekitar 60-70 centimer.

Marcelo Choque, seorang dokter hewan dari Environmental Divison of the Service, cukup terkejut melihat foto makhluk itu. Katanya:

"Saya tidak pernah melihat hal yang seperti itu. Jelas itu terlihat seperti figur anthropomorphic, namun saya tidak bisa menyebutkan dari spesies mana. Dan saya juga tidak bisa menjelaskan ukuran taringnya yang luar biasa."

Apakah makhluk itu benar-benar Yeti Argentina?

Ataukah hanya seekor monyet?

Sebagai perbandingan, ini Weeper Capuchin Monkey atau Cebus olivaceus, sejenis monyet yang biasa ditemukan di Amerika Selatan.

Weeper Capuchin monkey


Tengkorak Weeper Capuchin Monkey

Monyet ini juga memiliki ukuran taring yang cukup besar. Miripkah?

Jika makhluk itu seekor monyet, mengapa peternak itu tidak bisa mengenalinya?

Apakah ini semua hanya sebuah hoax? Soalnya, deskripsi Martin mengenai luka tembakan di rahang kiri makhluk itu yang menembus bagian atas alis kanan sepertinya tidak terlihat pada foto. Tetapi, jika mereka sedang membuat sebuah rekayasa, mengapa Martin tidak memberikan deskripsi luka yang lebih masuk akal?

Ataukah sang peternak benar-benar telah membunuh seekor anak Yeti dari Argentina?

(themorningstarr.co.uk, inexplicata.blogspot.com)


UPDATE - 10 Agustus 2010
Setelah berita mengenai tertembaknya makhluk misterius Ucumar di Cerro El Creston tersebar, petugas kepolisian yang dibantu oleh kriminolog, petugas pemadam kebakaran dan penduduk lokal segera melakukan penyelidikan. Tim ini dipimpin oleh Deputi kepala polisi Regino Monteros dan menemukan kalaumakhluk di dalam foto tersebut benar-benar ada dan bukan sebuah hoax.


Nama peternak yang membunuh makhluk itu ternyata bernama Joaquin Sarapura, 53 Tahun (Bukan 79 tahun seperti berita sebelumnya). Setelah mendapatkan informasi dari Joaquin, tim tersebut segera menuju lokasi pembuangan mayat yang memakan waktu hingga tujuh jam untuk mencapainya.

Analisis yang dilakukan terhadap bangkai menemukan kalau makhluk itu tidak lebih tinggi dari 70 centimeter.

Menurut Regino Monteros:

"Kami menerima perintah untuk memecahkan misteri ini dan mengambil bangkai yang telah dibuang untuk dipelajari dan untuk menentukan secara sains spesies makhluk tersebut. Selain itu, tindakan kami menyelidikinya juga untuk memulihkan ketenangan penduduk karena akibat pemberitaan ini, ketakutan menyebar di antara penduduk pedesaan dimana legenda makhluk misterius tersebut hidup selama puluhan tahun."
Menurutnya lagi, semua indikasi mengenai makhluk ini menunjukkan kalau ia termasuk ke dalam golongan kera. Namun, tidak pernah ditemukan adanya spesies sejenis ini di daerah tersebut.

Jadi, masih ada misteri yang perlu dipecahkan.

Jika ada perkembangan terbaru dari hasil penyelidikan mereka, saya akan kembali mengupdate berita ini. So keep following this blog.

Fosil naga ditemukan Cina?

Ini menarik. Harian pikiran rakyat online pada tanggal 01 April 2010 menurunkan berita mengenai fosil naga bertanduk yang dipamerkan pada tanggal 4 Maret 2010 di Xinwei Ancient Life Fossils Museum di Anshun, China. Dan sekarang, kita akan melihat kredibilitas berita ini.


Saya menerima email dari salah seorang pembaca bernama Wiandi:

"Maaf nih sebelumnya brother enigma, ane tadi baca di kaskus...terus ane nemuin artikel tentang fosil asli naga....hmmmm...menarik nih kata ane...tapi ane masih semu-semu kaga percaya ama tuh berita. So ane mau minta bantuan ama brother enigma buat menganalisis kebenaran mengenai berita ini. HOAX or NO HOAX...cuman itu yang ane pingin tau...n sedkit penjelasan tentunya ,,,,kata nyang nulis nih berita sumbernya dari Pikiran rakyat...hmmm...Koran besar nih...Koran sebesar itu apa mungkin salah berita??? kaga tau deh"

Menarik, karena link kaskus yang diberikan menunjukkan sebuah foto bangkai hewan yang jelas terlihat seperti naga di film-film. Dan postingan di kaskus mencantumkan harian pikiran rakyat sebagai sumbernya. Saya memverifikasinya dan memang menemukan berita ini dimuat di pikiran rakyat.

Karena itu mari kita menggunakan hak kita sebagai konsumen untuk berpikir kritis terhadap sebuah produk berita.


Ini cuplikan berita dari pikiran rakyat:

"PADA 4 Maret 2010, di Xinwei Ancient Life Fossils Museum, Anshun, Guangzhou, ada beberapa fosil unik dipamerkan. Materi yang dipamerkan dinamakan ”China Dragon Fossils”, merupakan fosil utuh yang ditemukan di bawah timbunan es abadi di Pegunungan Thianshan, Jalan Sutera. Mereka menemukan fosil ular naga yang selama beratus-ratus tahun diragukan keberadaannya. Ia memiliki sepasang tanduk di atas kepalanya dan bentuk tubuhnya sangat legendaris seperti hewan yang sering digambarkan dalam buku cerita dan patung kelenteng, serta hiasan istana kekaisaran."

Lalu, dilanjutkan dengan:

"Fosil naga awalnya ditemukan di Guanling County, Anshun City, tahun 1996. Para arkeolog menutup rapat-rapat penemuan itu sehingga masyarakat dunia tidak mengetahui temuan spektakuler tersebut."

Dan di paragraf terakhir berita ini, tertulis:

"Fosil tersebut merupakan temuan pertama di Cina dalam bentuk tubuh lengkap dengan sepasang tanduk dan sepasang cakarnya. Di situs Discovery Channel diperlihatkan beberapa bukti bahwa naga benar-benar memiliki tanduk."


Berita ini kemudian dikutip di kaskus, namun dengan tambahan berupa sebuah foto seperti bangkai naga.


Di pikiran rakyat, hanya ada berita tanpa foto. Di kaskus, berita ini ditambahkan sebuah foto. Apakah kaskus salah dengan menampilkan foto?

Jawabannya adalah tidak. Akan saya jelaskan sebabnya sebentar lagi.

Pertama, kita akan melihat terlebih dahulu pemberitaan oleh pikiran rakyat.

Ketidakakuratan Pikiran Rakyat
Harian ini tidak memuat sumber pemberitaannya sehingga kita tidak tahu darimana ia menyadur kisah ini. Jadi, saya harus menjelajahi internet untuk menemukan sumber pertamanya.

Nah, saya memang menemukan sebuah website yang saya yakini sebagai sumber awal berita ini (walaupun saya tidak bisa memastikannya). Website yang saya maksud adalah weirdasianews.com. Isi pemberitaannya boleh dibilang sama dengan harian pikiran rakyat dan mereka menampilkan foto naga yang sama dengan yang ditambahkan ke kaskus.


Jadi foto tersebut memang milik pemberitaan itu. Kaskus telah menaruh foto yang benar.

Sekarang, kita akan mulai menyelidikinya.

Untuk mengetahui apakah sesuatu itu hoax atau bukan, kita harus selalu kembali kepada "common sense", seperti: 

"Mengapa kisah luar biasa ini tidak pernah diberitakan besar-besaran? Apakah penemuan sebuah fosil naga bertanduk tidak cukup menjual?"
Atau pertanyaan seperti:

"Mengapa sumber kisah ini berasal dari weirdasianews.com, bukan national geographic, bbc atau discovery channel?"
Jika pertanyaan ini tidak bisa dijawab, maka kemungkinan besar berita tersebut adalah hoax.

Sekarang, mari kita lihat isi berita dari pikiran rakyat dan membandingkannya dengan weirdasianews.

Pikiran rakyat, ternyata melakukan beberapa ketidakakuratan dalam pemberitaannya.

Pertama
, weirdasianews tidak menyinggung soal bukti yang dimiliki oleh Discovery Channel. Pikiran Rakyat telah menambahkannya sendiri. Dalam kalimat di paragraf terakhir disebutkan kalau Discovery memiliki bukti adanya naga bertanduk di situs mereka, tapi Pikiran rakyat tidak memberikan link situs tersebut.

Kedua, Weirdasianews mempublikasikan berita ini pada tanggal 29 Juni 2007 sehingga pemberitaan pikiran rakyat yang mengatakan kalau fosil itu dipamerkan pada tanggal 4 Maret 2010 adalah sebuah fakta yang tidak akurat dan jelas misleading.


Ketiga, Pikiran Rakyat menyebutkan kalau kota Anshun terletak di Guangzhou. Padahal Kota Anshun terletak di Guizhou. Dalam hal ini, weirdasianews benar karena mereka menulis Guizhou, bukan Guangzhou.

Keempat. Pikiran rakyat secara tidak akurat membandingkan naga tersebut dengan naga Cina yang bisa ditemukan di kelenteng. Foto tersebut jelas menunjukkan kalau fosil naga tersebut adalah naga versi Eropa. Naga Cina, seperti yang kita ketahui berbentuk ular.

Empat kesalahan yang cukup mendasar.

Ketidakakuratan Weirdasianews.com
Sekarang, kita akan melihat apakah weirdasianews memberitakan sesuatu yang akurat. Kita akan mulai dari museum yang disinggung di dalam berita tersebut.

Saya memasukkan nama Xinwei Ancient Life Museum di google dan saya tidak bisa menemukan informasi mengenainya diluar soal fosil naga ini. Lalu, untuk memastikannya kembali, saya masuk ke www.chinamuseum.info dan menemukan adanya daftar nama museum berdasarkan kota.

Guizhou ternyata tidak memiliki museum sama sekali.


Bayangkan, sebuah berita yang menyebutkan adanya fosil naga menyebutkan nama sebuah museum yang fiktif. Dengan satu fakta ini saja, seluruh kredibilitas pemberitaan akan runtuh dengan sendirinya.

Lalu, jika kita mencari kisah penemuan fosil ini yang disebut ditemukan di Anshun tahun 1996, maka kita tidak akan menemukan sumber lain yang kredibel. Berita penemuan ini hanya bisa ditemukan di blog atau web yang memuat kisah yang sama dengan weirdasianews.

Jadi, menurut saya, kisah ini adalah hasil karangan dari penulis weirdasianews. Tapi untuk memastikannya, kita harus kembali kepada foto naga yang bersangkutan.

Asal usul foto Naga
Pertama kali melihat foto ini, kita akan segera tertarik untuk bertanya: 

"Katanya fosil naga itu dipamerkan di museum, mengapa di foto itu, ia terlihat seperti tergeletak begitu saja di sebuah ruangan yang mirip dengan sebuah gudang?"


Disini, kita mencium bau amis.

Karena itu, mari kita telusuri asal-usul foto ini.

Kita tahu kalau sebuah hoax, isu, rumor atau pemberitaan yang tidak benar bisa tersebar di dunia maya karena satu praktek yang disebut Copy Paste. Satu blog mengcopas berita heboh, yang kemudian akan dicopas oleh blog lain hingga akhirnya memenuhi forum-forum dan facebook. Dan kita mendapatkan sebuah berita heboh.

Dalam kisah naga ini, cukup ironis karena saya menemukan bukti kalau berita ini hoax juga akibat praktek copy paste. Akan saya jelaskan maksudnya.

Jika seseorang mengcopas tulisan sebuah artikel, mereka akan mendrag tulisan tersebut dan mengklik Copy, lalu mereka akan mempastenya di blog mereka.

Jika ada foto, ada dua cara mengcopynya.

Cara pertama, mereka bisa menyimpan foto tersebut di komputer, lalu mengupload ke postingan. Jika kita menggunakan blogspot, otomatis foto itu akan terupload ke account Picasanya dengan alamat url baru dari Picasa.

Cara kedua, sama dengan mengcopy tulisan. Mereka akan mendrag foto tersebut dan mengklik copy, lalu mereka akan mempastenya di blog mereka. Dengan cara ini, foto tersebut tidak akan berpindah alamat url.

Inilah cara saya menemukan asal usul foto ini.


Saya masuk ke beberapa website dan memeriksa alamat url foto naga yang ditampilkan di situ. Jika kalian menggunakan Mozilla Firefox, kalian bisa mengarahkan kursor ke foto tersebut dan alamat url-nya akan ditampilkan di kiri bawah browser seperti di foto di bawah ini.


Di salah satu website yang memuat foto naga ini, saya menemukan kalau gambar itu memiliki url di www.crawley-creatures.com.

Maka dari sinilah penelitian kita harus dimulai.

Saya masuk ke website www.crawley-creatures.com dan langsung menemukan tulisan ini di halaman muka:


"Crawley Creatures was established in 1986 in the Oxfordshire village of Crawley, producing Animatronic Creatures, Prosthetic Make-ups, Action props and Models, for feature films, television and commercials."

Perusahaan ini ternyata memproduksi makhluk-makhluk animasi dan model untuk film-film. Dalam website itu juga disebut kalau mereka membuat model-model untuk film-film seperti Star Wars - Return of the Jedi, Frankenstein, An American Werewolf in Paris dan lain-lain.

Di bagian Dragon, saya menemukan foto naga kita beserta foto-foto naga versi lain.


Ya, naga itu sebenarnya adalah sebuah properti film. Sekarang kita tahu mengapa di foto itu ia tergeletak begitu saja di lantai. 

Di halaman web tersebut juga disebut kalau naga tersebut adalah properti yang digunakan dalam film Dragons: A Fantasy Made Real.

Dragons: A Fantasy Made Real atau kadang dikenal dengan judul The last Dragon adalah sebuah film dokumenter FIKSI yang diproduksi tahun 2004 oleh Discovery Channel. Kalian bisa melihat serba-serbi film ini di website discovery channel, animal planet, disini.


Dalam film dokumenter fiksi ini, diceritakan kalau fosil naga tersebut ditemukan di Rumania. Ini menjelaskan mengapa naga tersebut terlihat seperti naga versi Eropa, bukan naga versi Cina.


Tunggu sebentar, Film dokumenter fiksi ini diproduksi oleh Discovery Channel?

Deja Vu?

Ya, paragraf terakhir dari harian pikiran rakyat mengatakan kalau Discovery Channel memiliki bukti adanya naga bertanduk. Inikah bukti yang dimaksud?

Hmmm.................

Penemuan kerangka manusia raksasa

Di internet, akhir-akhir ini beredar kembali foto-foto apa yang disebut sebagai kerangka manusia raksasa. Mulai dari yang ditemukan di India hingga Timur Tengah. Apakah kerangka tersebut benar-benar ditemukan, atau sekedar hoax ?


Saya mendapatkan sebuah pertanyaan :

Devy D said...

Dear bang Enigma,

Boleh request ttg raksasa.. saya lihat di beberapa blog ttg penemuan kerangka raksasa, tapi saya nggak yakin, saya bisa yakin bila yg mengeluarkan info tsb dari bang enigma... thanks ya
January 22, 2010 9:27 PM

Sebenarnya, saya tidak mengetahui artikel mana yang dimaksud oleh Devy. Jadi saya mengeceknya via google. Dan ternyata memang ada banyak blog yang membahas soal ini. Sebagian artikel tersebut memang hoax, namun sebagian lagi bukan.

Jika kerangka itu disebut memiliki tinggi badan sekitar 3-4 meter, maka berita itu kemungkinan bukan hoax karena memang pernah ada penemuan kerangka manusia dengan badan setinggi itu. Tetapi jika disebut kerangka yang ditemukan memiliki tinggi lebih dari 10 meter, maka kemungkinan berita itu hoax karena hingga saat ini belum pernah ada konfirmasi dari sumber yang kredibel mengenai penemuan kerangka dengan tinggi seperti itu.

Perhatikan ! saya tidak mengatakan bahwa manusia yang memiliki tinggi 10 meter lebih itu tidak ada. Saya hanya mengatakan bahwa HINGGA SAAT INI belum ada konfirmasi dari sumber yang kredibel mengenai penemuankerangka manusia dengan tinggi seperti itu.

Pada tulisan kali ini, saya akan menanggapi pemberitaan mengenai penemuan kerangka raksasa yang hoax terlebih dahulu, soal penemuan kerangka raksasa yang bukan hoax akan saya tulis lain kali.

Sebelum saya menjawab pertanyaan di atas, saya ingin memberitahukan kepada kalian bagaimana saya memandang sebuah fenomena misterius.

Saya sering mengatakan bahwa saya bukan seorang skeptis, tapi saya juga bukan orang yang suka mengada-ada.

Jika sebuah fenomena terlalu "spektakuler", maka saya akan mengambil posisi "skeptis" yang membuat saya akan menelitinya lebih lanjut. Namun, jika sebuah fenomena tidak terlalu "spektakuler" (walaupun luar biasa), maka saya akan mengambil posisi "believer" yang membuat saya merasa tidak perlu untuk menelitinya lebih lanjut.

Tentu saja saya memiliki penafsiran sendiri mengenai definisi "spektakuler".

Mengenai kerangka raksasa, pada kisah-kisah yang menyertainya selalu disebut kerangka tersebut memiliki tinggi puluhan meter. Ada yang bilang 30 meter dan ada yang bilang 90 meter. Menurut saya, itu terlalu spektakuler. Jadi saya mengambil posisi skeptis. Lagipula, saya melihat sentuhan photoshop yang sangat jelas di foto-foto itu.

Sebenarnya, pada awalnya saya merasa tidak perlu menanggapi berita-berita hoax ini karena saya yakin sebagian besar dari kalian sudah mengetahuinya. Namun karena National Geographic pernah menanggapi salah satu foto hoax tersebut, maka sepertinya tidak ada salahnya untuk ikut menanggapi.

Pertama, foto ini :

Ini adalah foto kerangka manusia raksasa yang paling terkenal di dunia. Pertama kali muncul di publik lewat sebuah surat kabar India pada Maret 2007.


Foto di atas adalah ternyata merupakan penggabungan dari dua foto. Foto pertama adalah foto ekskavasi tulang Mastodon di Hyde Park, New York, pada tahun 2000.


Sedangkan foto kedua adalah foto kerangka manusia tanpa keterangan yang saya temukan di internet.


Bukan itu saja. hasil photoshop ini bahkan bisa ditemukan di situsworth1000.com, yaitu situs yang khusus memperlombakan foto-foto hasil photoshop. Foto ini dilombakan dalam kategori archeological anomaly.

Jika kalian pernah membaca postingan saya sebelumnya mengenai rekayasa ular raksasa Borneo, maka kalian juga bisa menemukan bahwa foto ular palsu itu adalah hasil photoshop yang juga ikut dilombakan di situs ini.

Nah, selain foto itu, foto raksasa lain yang ikut dilombakan dalam kategori archeological anomaly di worth1000.com adalah sebagai berikut :


Kenal dengan foto-foto di atas ?

Tentu saja, tiga foto berikutnya juga merupakan foto-foto penemuan kerangka raksasa yang beredar di internet.

Jadi saya sudah mengklarifikasi empat foto.

Sekarang, foto kelima yang juga banyak beredar di internet :


Sekarang, kalian akan berteriak, wow, itu baru tengkorak raksasa !

Ya, memang, sayangnya foto ini juga adalah hasil photoshop. Lihat, ini foto aslinya :


Kalian bisa melihat dalam foto ini tidak ada tengkorak manusianya. Foto ini sebenarnya adalah foto ekskavasi tulang Jobaria Tiguidensis, salah satu species baru dinosaurus yang ditemukan di gurun Sahara oleh tim dari universitas Chicago. Ya, tulang itu memang tulang raksasa, tapi bukan milik manusia.

Sekarang foto-foto berikutnya yang juga beredar di internet :


Untuk mengetahui status kebenaran foto-foto ini sebenarnya sangat mudah sekali karena foto itu sendiri telah menyediakan jawabannya. Coba lihat tulisan (watermark) di kanan bawah foto yang terakhir. Disitu tertulisTheorionconspiracy.com. Kalian juga bisa melihat tulisan yang sama di foto sebelumnya (agak samar).

Pertanyaannya adalah, siapakah yang berani membuat watermark di sebuah foto ?

Cuma ada dua orang. Pertama adalah pemilik foto tersebut. Kedua adalah orang lain yang mengambil foto tersebut dan mencantumkan watermark tersebut sebagai sumber aslinya.

Jadi, kita bisa menyimpulkan bahwa situs theorionconspiracy.com adalah kuncinya.

Mungkin jika mendengar namanya, orang akan menyimpulkan situs itu sebagai situs misteri. Namun jika kita masuk ke websitenya, maka kita akan menemukan bahwa theorionconspiracy sebenarnya adalah sebuah situs yang mempromosikan film dokumenter fiksi yang disutradarai oleh seorang seniman grafis Perancis bernama Seb Janiak. Ia membuat foto-foto palsu untuk membuat filmnya terlihat lebih meyakinkan.

Ketika saya mengecek websitenya, inilah yang saya temukan :


Saya menemukan galeri kerangka raksasa di sana.

Perhatikan di foto di kanan bawah. Ternyata foto ekskavasi tulang Jobaria Tiguidensis di Sahara juga ada di situ. Situs ini telah memphotoshop foto ekskavasi itu dan foto lainnya untuk mendukung film science fictionnya. Tapi wajar saja, karena memang tidak pernah ada orang yang menganggap karya Seb Janiak sebagai dokumenter ilmiah.

Namun anehnya, sepertinya banyak orang tidak merasa perlu untuk bertanya mengapa watermark di foto itu bertuliskan theorionconspiracy. Mengapa bukan watermark bertuliskan national geographic ? atau watermark salah satu universitas ternama di dunia ? Aneh kan, penemuan kerangka seperti itu malah bersumber dari sebuah situs science fiction, bukan dari sumber lain yang kredibel dalam soal sains.