Senin, 27 Desember 2010

Ablaut

Ablaut merupakan perubahan vokal (vowel variation) dalam sederetan kata-kata yang berhubungan dalam arti kata dan asal kata, dinamakan oleh Jacob Grimm.

Ablaut misalnya perubahan vokal dalam kata kerja yang tidak beraturan dalam bahasa Inggris, adalah akibat dari  variasi ablaut dalam bahasa Indo-Jerman.

Terdapat dua macam variasi ablaut :
1. Ablaut yang mengubah jenis vokal
    Contohnya : drive-drove-driven
2. Ablaut yang mengubah panjangnya vokal 
    Contohnya : meet-met-met

Vokal yang berhubungan satu sama lain dalam viariasi ablaut, masing-masing mempunyai tingkatan
Contohnya : can (sempurna), secunder, reduced, lengthened

Di zaman purbakala deretan kata-kata seperti itu berbeda dalam tekanan kata, bukan dalam perbedaan vokal-vokalnya.

Ablaut

Ablaut merupakan perubahan vokal (vowel variation) dalam sederetan kata-kata yang berhubungan dalam arti kata dan asal kata, dinamakan oleh Jacob Grimm.

Ablaut misalnya perubahan vokal dalam kata kerja yang tidak beraturan dalam bahasa Inggris, adalah akibat dari  variasi ablaut dalam bahasa Indo-Jerman.

Terdapat dua macam variasi ablaut :
1. Ablaut yang mengubah jenis vokal
    Contohnya : drive-drove-driven
2. Ablaut yang mengubah panjangnya vokal 
    Contohnya : meet-met-met

Vokal yang berhubungan satu sama lain dalam viariasi ablaut, masing-masing mempunyai tingkatan
Contohnya : can (sempurna), secunder, reduced, lengthened

Di zaman purbakala deretan kata-kata seperti itu berbeda dalam tekanan kata, bukan dalam perbedaan vokal-vokalnya.

Abjad

Abjad atau Alfabet merupakan deretan tertentu huruf-huruf yang secara tertulis menyatakan bunyi kata-kata dari bahasa. Ada banyak jenis abjad, misalnya Arab, Latin, Ibrani, Rusia, Cina, Jepang dan Thailand. Istilah abjad berasal dari empat huruf Arab (alif-ba-jim-dal), sedangkan alfabet dari dua huruf Yunani (Alfa-Beta).

Di Indonesia dipakai abjad Arab (disingkat Alif-ba-ta) untuk bahasa Arab (dalam pelajaran Agama Islam misalnya) dan bahasa Melayu, terutama sebelum zaman modern. Sekarang pada umumnya dipakai Abjad Latin (disingkat a-be-ce) misalnya di sekolah-sekolah resmi. Dikenal juga abjad-abjad bahasa daerah, misalnya abjad jawa (Ajisaka), juga abjad Bali dan Batak.

Abjad

Abjad atau Alfabet merupakan deretan tertentu huruf-huruf yang secara tertulis menyatakan bunyi kata-kata dari bahasa. Ada banyak jenis abjad, misalnya Arab, Latin, Ibrani, Rusia, Cina, Jepang dan Thailand. Istilah abjad berasal dari empat huruf Arab (alif-ba-jim-dal), sedangkan alfabet dari dua huruf Yunani (Alfa-Beta).

Di Indonesia dipakai abjad Arab (disingkat Alif-ba-ta) untuk bahasa Arab (dalam pelajaran Agama Islam misalnya) dan bahasa Melayu, terutama sebelum zaman modern. Sekarang pada umumnya dipakai Abjad Latin (disingkat a-be-ce) misalnya di sekolah-sekolah resmi. Dikenal juga abjad-abjad bahasa daerah, misalnya abjad jawa (Ajisaka), juga abjad Bali dan Batak.

Abiotik

Unsur abiotik atau unsur fisika dan kimia, adalah faktor udara dan tanah, yang tanpa adanya mahluk hidup mempengaruhi tumbuhnya tumbuh-tumbuhan. 

Abiotik

Unsur abiotik atau unsur fisika dan kimia, adalah faktor udara dan tanah, yang tanpa adanya mahluk hidup mempengaruhi tumbuhnya tumbuh-tumbuhan. 

Abiogenesis

Abiogenesis, merupakan masalah timbulnya kehidupan dari benda mati, yang juga diberi istilah generatio spontanea.

Abiogenesis

Abiogenesis, merupakan masalah timbulnya kehidupan dari benda mati, yang juga diberi istilah generatio spontanea.

Abikusno Tjokrosuyoso

Abikusno Tjokrosuyoso, hidup antara tahun 1899-1968, ia merupakan ahli bangunan (arsitek), juga tokoh PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia), serta pejuang kemerdekaan Indonesia. Duduk dalam pimpinan partai setelah saudaranya HOS Cokroaminoto wafat tahun 1934. 

Ia mengalami masa perpecahan partai menjadi PARII, PII, Barisan Penyadar PSII, dan kelompok Kartosuwiryo. Dalam pimpinan partai, ia pernah menjadi Ketua Lajnah Tanfidzyah dan ketua Departemen Ekonomi. Ia mewakili partai dalam GAPI (Gabungan Politik Indonesia).

Menjelang runtuhnya pendudukan Jepang dan Proklamasi Kemerdekaan, Abikusno ikut menandatangani Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dan kemudian duduk sebagai anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Ia menjabat Menteri Perhubungan dalam Kabinet pertama RI (19 Agustus-November 1945).

Ia ikut getah percobaan kudeta dari golongan Persatuan Perjuangan yang dipimpin Tan Malaka bulan Juli 1946, karena namanya dicantumkan sebagai Menteri Bangunan Umum dalam daftar nama calon-calon menteri dalam kabinet yang hendak dipaksakan pada Kepala Negara (terkenal sebagai peristiwa 3 Juli di Yogya). Akibatnya ia ikut menjadi tahanan pemerintah bersama 145 orang lainnya. 

Ia dibebaskan kembali pada 17 Agustus 1948. Pada Konferensi Meja Bundar, ia duduk sebagai penasehat delegasi RI, kemudian Abikusno melawat ke Suriname sehubungan dengan kewarganegaraan tiga ratus ribu orang Indonesia yang berada di sana. Pada bulan Oktober 1949 Raden Abikusno Tjokrosuyoso wafat dalam usia 69 tahun dan dimakamkan di Surabaya.

Abikusno Tjokrosuyoso

Abikusno Tjokrosuyoso, hidup antara tahun 1899-1968, ia merupakan ahli bangunan (arsitek), juga tokoh PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia), serta pejuang kemerdekaan Indonesia. Duduk dalam pimpinan partai setelah saudaranya HOS Cokroaminoto wafat tahun 1934. 

Ia mengalami masa perpecahan partai menjadi PARII, PII, Barisan Penyadar PSII, dan kelompok Kartosuwiryo. Dalam pimpinan partai, ia pernah menjadi Ketua Lajnah Tanfidzyah dan ketua Departemen Ekonomi. Ia mewakili partai dalam GAPI (Gabungan Politik Indonesia).

Menjelang runtuhnya pendudukan Jepang dan Proklamasi Kemerdekaan, Abikusno ikut menandatangani Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dan kemudian duduk sebagai anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Ia menjabat Menteri Perhubungan dalam Kabinet pertama RI (19 Agustus-November 1945).

Ia ikut getah percobaan kudeta dari golongan Persatuan Perjuangan yang dipimpin Tan Malaka bulan Juli 1946, karena namanya dicantumkan sebagai Menteri Bangunan Umum dalam daftar nama calon-calon menteri dalam kabinet yang hendak dipaksakan pada Kepala Negara (terkenal sebagai peristiwa 3 Juli di Yogya). Akibatnya ia ikut menjadi tahanan pemerintah bersama 145 orang lainnya. 

Ia dibebaskan kembali pada 17 Agustus 1948. Pada Konferensi Meja Bundar, ia duduk sebagai penasehat delegasi RI, kemudian Abikusno melawat ke Suriname sehubungan dengan kewarganegaraan tiga ratus ribu orang Indonesia yang berada di sana. Pada bulan Oktober 1949 Raden Abikusno Tjokrosuyoso wafat dalam usia 69 tahun dan dimakamkan di Surabaya.