Selasa, 13 April 2010

Rumah Misterius Peninggalan Belanda

Sekilas rumah tersebut juga tidak begitu terlihat oleh setiap warga yang melintasi daerah tersebut, lantaran tertutup dengan ilalang dan pepohonan yang tak terawat. Hanya terlihat atap rumah yang tergolong unik berbentuk limas yang memanjang ke atas.

Sejarah rumah tua tersebut hingga kini pun masih simpang siur. Berbagai sumber bahkan menyebutkan tahun yang berbeda-beda untuk pembangunan rumah tersebut. Di sebuah buku, Adolf Heuken disebutkan bahwa rumah tersebut dibangun oleh David J Smith antara tahun 1775 sampai tahun 1778 untuk mengganti sebuah pesanggrahan sederhana. Tidak semua warga Depok, Jawa Barat, tahu tentang keberadaan sebuah rumah tua bergaya Belanda di Jalan Raya Bogor Komplek RRI RT 001/ 01 Sukmajaya, Depok.

Pemiliknya adalah janda Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra, seorang wanita yang kaya raya. Setelah janda kaya raya ini meninggal pada tahun 1787, Smith mewarisi rumah beserta perabotannya dan sejumlah perkebunan luas di sekitarnya.

Akibat sebuah usaha spekulasi yang meleset, akhirnya Smith harus rela melepaskan rumah beserta tanah perkebunan guna melunasi utang-utangnya. Namun, cerita berbeda dituturkan oleh Benny Drajat Neoch, penjaga rumah tua tersebut. Menurut Benny, rumah tersebut dibangun lebih tua lagi yaitu pada tahun 1337 yang merupakan milik Van De Grooth seorang tuan tanah perkebunan karet yang makamnya berada di Tanah Abang.

"Akhirnya semenjak Belanda kalah dari Indonesia, mereka diusir Bung Karno pulang ke negaranya, dan tanah ini sudah diambil alih oleh RRI, dan kini menjadi aset negara,"

Semenjak itu, rumah tersebut berganti-ganti penghuni yang merupakan karyawan RRI bersama keluarganya. "Hingga tahun 2000 sudah tidak lagi dihuni karyawan, hingga saat ini dibiarkan kosong, saya sendiri sudah terlanjur cinta dengan rumah ini, bahkan saya lebih cinta rumah ini dibandingkan istri saya, karena itu saya tinggal disini dan ikut merawat rumah ini sampai sekarang meski tidak digaji oleh RRI,"

kondisi rumah tersebut saat ini benar-benar tak terawat. Rumah yang memiliki luas sekira 2000 meter persegi tersebut dikelilingi sampah-sampah kayu di setiap ruang, dinding yang keropos, atap yang bocor, pengap, gelap, dan terkesan angker. Hanya sesekali anak-anak lewat bermain sepeda dan bola di depan rumah tersebut yang juga merupakan tanah lapang milik RRI.

Setidaknya hanya ada satu-satunya tetangga yang berada persis di belakang rumah tua itu, yakni Muhammad Irwan, yang tinggal bersama istri dan tiga anak yang masih kecil. Irwan mengaku telah tinggal di sekitar situ sejak 1969. Dahulu ayahnya, Fauzi, merupakan pegawai RRI bagian gudang. Hingga akhirnya Irwan menikah hingga memiliki anak, dan tinggal di samping rumah tua tersebut.

Rumah Misterius Peninggalan Belanda

Sekilas rumah tersebut juga tidak begitu terlihat oleh setiap warga yang melintasi daerah tersebut, lantaran tertutup dengan ilalang dan pepohonan yang tak terawat. Hanya terlihat atap rumah yang tergolong unik berbentuk limas yang memanjang ke atas.

Sejarah rumah tua tersebut hingga kini pun masih simpang siur. Berbagai sumber bahkan menyebutkan tahun yang berbeda-beda untuk pembangunan rumah tersebut. Di sebuah buku, Adolf Heuken disebutkan bahwa rumah tersebut dibangun oleh David J Smith antara tahun 1775 sampai tahun 1778 untuk mengganti sebuah pesanggrahan sederhana. Tidak semua warga Depok, Jawa Barat, tahu tentang keberadaan sebuah rumah tua bergaya Belanda di Jalan Raya Bogor Komplek RRI RT 001/ 01 Sukmajaya, Depok.

Pemiliknya adalah janda Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra, seorang wanita yang kaya raya. Setelah janda kaya raya ini meninggal pada tahun 1787, Smith mewarisi rumah beserta perabotannya dan sejumlah perkebunan luas di sekitarnya.

Akibat sebuah usaha spekulasi yang meleset, akhirnya Smith harus rela melepaskan rumah beserta tanah perkebunan guna melunasi utang-utangnya. Namun, cerita berbeda dituturkan oleh Benny Drajat Neoch, penjaga rumah tua tersebut. Menurut Benny, rumah tersebut dibangun lebih tua lagi yaitu pada tahun 1337 yang merupakan milik Van De Grooth seorang tuan tanah perkebunan karet yang makamnya berada di Tanah Abang.

"Akhirnya semenjak Belanda kalah dari Indonesia, mereka diusir Bung Karno pulang ke negaranya, dan tanah ini sudah diambil alih oleh RRI, dan kini menjadi aset negara,"

Semenjak itu, rumah tersebut berganti-ganti penghuni yang merupakan karyawan RRI bersama keluarganya. "Hingga tahun 2000 sudah tidak lagi dihuni karyawan, hingga saat ini dibiarkan kosong, saya sendiri sudah terlanjur cinta dengan rumah ini, bahkan saya lebih cinta rumah ini dibandingkan istri saya, karena itu saya tinggal disini dan ikut merawat rumah ini sampai sekarang meski tidak digaji oleh RRI,"

kondisi rumah tersebut saat ini benar-benar tak terawat. Rumah yang memiliki luas sekira 2000 meter persegi tersebut dikelilingi sampah-sampah kayu di setiap ruang, dinding yang keropos, atap yang bocor, pengap, gelap, dan terkesan angker. Hanya sesekali anak-anak lewat bermain sepeda dan bola di depan rumah tersebut yang juga merupakan tanah lapang milik RRI.

Setidaknya hanya ada satu-satunya tetangga yang berada persis di belakang rumah tua itu, yakni Muhammad Irwan, yang tinggal bersama istri dan tiga anak yang masih kecil. Irwan mengaku telah tinggal di sekitar situ sejak 1969. Dahulu ayahnya, Fauzi, merupakan pegawai RRI bagian gudang. Hingga akhirnya Irwan menikah hingga memiliki anak, dan tinggal di samping rumah tua tersebut.

Senin, 12 April 2010

Ras Manusia Akan Segera Punah

Sebagai ilmuwan yang membantu memberantas cacar, Profesor Frank Fenner tahu secara pasti tentang kepunahan. Dan kini ia memperkirakan ras manusia akan punah dalam 100 tahun mendatang.
Profesor emeritus mikrobiologi di Universitas Nasional Australia itu menyatakan bahwa umat manusia tidak akan dapat bertahan dari ledakan populasi dan konsumsi tak terkendali.
Fenner mengatakan pada surat kabar Australia bahwa 'homo sapiens akan punah, mungkin dalam waktu 100 tahun.'
'Banyak hewan lainnya juga mengalami hal serupa,' tambahnya.
'Ini situasi yang tak bisa dibalik. Saya pikir sudah terlambat. Orang tidak berusaha untuk melakukan sesuatu, tetapi mereka terus menundanya.'
Sejak manusia memasuki periode tidak resmi dikenal sebagai Anthropocene yang merupakan masa sejak industrialisasi, kita mendapat dampak yang setara dengan zaman es atau tabrakan komet.
Fenner, 95 memenangkan penghargaan untuk karyanya dalam membantu memberantas virus yang menyebabkan penyakit cacar dan telah menulis atau menulis bersama 22 buku.
Dia mengumumkan pemberantasan penyakit itu pada Majelis Kesehatan Dunia pada tahun 1980 dan masih dianggap sebagai salah satu prestasi Organisasi Kesehatan Dunia terbesar.
Dia juga sangat terlibat dalam membantu mengontrol masalah myxomatosis kelinci di Australia.
Angka resmi PBB tahun lalu memperkirakan bahwa populasi dunia saat ini 6,8 miliar. Diperkirakan akan melebihi tujuh miliar pada akhir 2011.
Fenner menyalahkan terjadinya perubahan iklim sebagai penyebab kematian umat manusia. 'Perubahan iklim hanyalah di awal. Tapi kami melihat perubahan yang luar biasa dalam cuaca.


Ras Manusia Akan Segera Punah

Sebagai ilmuwan yang membantu memberantas cacar, Profesor Frank Fenner tahu secara pasti tentang kepunahan. Dan kini ia memperkirakan ras manusia akan punah dalam 100 tahun mendatang.
Profesor emeritus mikrobiologi di Universitas Nasional Australia itu menyatakan bahwa umat manusia tidak akan dapat bertahan dari ledakan populasi dan konsumsi tak terkendali.
Fenner mengatakan pada surat kabar Australia bahwa 'homo sapiens akan punah, mungkin dalam waktu 100 tahun.'
'Banyak hewan lainnya juga mengalami hal serupa,' tambahnya.
'Ini situasi yang tak bisa dibalik. Saya pikir sudah terlambat. Orang tidak berusaha untuk melakukan sesuatu, tetapi mereka terus menundanya.'
Sejak manusia memasuki periode tidak resmi dikenal sebagai Anthropocene yang merupakan masa sejak industrialisasi, kita mendapat dampak yang setara dengan zaman es atau tabrakan komet.
Fenner, 95 memenangkan penghargaan untuk karyanya dalam membantu memberantas virus yang menyebabkan penyakit cacar dan telah menulis atau menulis bersama 22 buku.
Dia mengumumkan pemberantasan penyakit itu pada Majelis Kesehatan Dunia pada tahun 1980 dan masih dianggap sebagai salah satu prestasi Organisasi Kesehatan Dunia terbesar.
Dia juga sangat terlibat dalam membantu mengontrol masalah myxomatosis kelinci di Australia.
Angka resmi PBB tahun lalu memperkirakan bahwa populasi dunia saat ini 6,8 miliar. Diperkirakan akan melebihi tujuh miliar pada akhir 2011.
Fenner menyalahkan terjadinya perubahan iklim sebagai penyebab kematian umat manusia. 'Perubahan iklim hanyalah di awal. Tapi kami melihat perubahan yang luar biasa dalam cuaca.


Sabtu, 10 April 2010

Profesi Yang Sangat Mengerikan

1. Entomolog Forensik

Profesi ini, mempelajari serangga dan biologi arthropod untuk keperluan penyelidikan polisi atas kasus kriminal - baik itu investigasi kematian hingga mendeteksi narkoba dan racun.

Pengelola CareerCast.com, Tony Lee, mengungkapkan bahwa entomolog forensik biasanya mencari serangga yang berada di dalam mayat manusia, misalnya belatung dan lalat. Dengan penemuan serangga seperti itu, entomolog forensik bisa memperkirakan waktu atau tempat di mana korban mati secara tidak wajar.

Profesi ini tidak cocok bagi penderita necrophobia (takut dengan jenazah), entomophobia (takut dengan serangga), atau hemophobia (takut melihat darah). Bagi Careercast.com, entomolog forensik patut masuk peringkat pertama sebagai pekerjaan yang paling mengerikan, bukan karena bahayanya, melainkan terkait dengan hal-hal yang ditakuti banyak orang.

2. Pekerja tambang

Mereka biasa bekerja ratusan meter di bawah tanah dan berisiko terkubur hidup-hidup bila jalur keluar-masuk ke permukaan tanah tertutup longsor. Insiden ini sering terjadi di mancanegara.

Publik pun masih teringat dengan terkuburnya 33 pekerja tambang di Chile. Sejak 5 Agustus lalu, mereka terkubur selama 69 hari di bawah tanah dengan kedalaman 700 meter. Beruntung, mereka semua bisa selamat.

Tempat kerja para penambang pun sangat berbahaya. Mereka harus terbiasa berdekatan dengan bahan peledak, alat-alat berat dan berada di ruangan gelap yang sempit dan memiliki persediaan udara yang tipis.

Itulah sebabnya profesi penambang tidak cocok dilakoni oleh mereka yang takut berada di ruang yang sempit (claustrophobia), maupun penderita achluophobia (takut di dalam gelap), maupun mysophobia (takut dengan kuman atau kotoran).

3. Teknisi menara pemancar

Profesi ini dianggap lebih mengerikan ketimbang pembersih jendela gedung pencakar langit. Baru-baru ini ada tayangan rekaman video yang menunjukkan seorang teknisi dengan lincahnya memanjat suatu menara pemancar setinggi 1763 kaki (537,4 meter) di AS.

Menara pemancar tertinggi di AS adalah milik stasiun televisi KVLY-TV di North Dakota, yaitu setinggi 2.063 kaki (628,8 meter). Menara-menara itu butuh perawatan manual. Maka para teknisi pun harus memanjatnya.

Mereka yang mengalami acrophobia (takut di ketinggian) dan astraphobia (takut disambar petir) tidak akan coba-coba melamar jadi teknisi menara pemancar.

4. Penjinak bom

Film terbaik Festival Oscar 2010, "The Hurt Locker," cukup perinci menggambar betapa berbahayanya menjadi penjinak bom. Sedikit kesalahan membuat nyawa penjinak bom melayang, dan jarang sekali ada yang selamat dalam keadaan organ-organ tubuh tetap utuh walau sudah diperlengkapi dengan alat pengaman.

Bahkan penjinak bom bisa membahayakan nyawa orang lain bila mereka gagal mematikan alat peledak atau salah potong kabel pada detektor. Itulah sebabnya, penjinak bom termasuk profesi yang tidak populer. Selain dituntut sangat ahli dan telaten, penjinak bom juga harus mengandalkan intuisi yang tepat berdasarkan pengalaman dia sebelumnya atau orang lain, dan tidak bisa berlama-lama bila dia menghadapi bom waktu.

Profesi ini tidak cocok bagi pengidap nucleomitiphobia (takut dengan bom nuklir) dan thanatophobia (belum bertindak sudah takut mati).

5. Epidemiolog Lapangan

Pelaku profesi ini sudah paham dengan epidemiologi, yaitu suatu studi yang mempelajari penyebaran wabah penyakit yang berbahaya dan bagaimanapencegahan dan pengobatannya. Petugas epidemiolog lapangan ini lebih berisiko ketimbang pekerja medis tradisional, karena mereka harus berada di wilayah wabah dan berhubungan langsung dengan para penderita atau pihak yang dicurigai telah tertular suatu virus yang berbahaya.

Pada kasus-kasus tertentu, mereka diperlengkapi dengan perlindungan diri, mulai dari masker biasa hingga jubah khusus. Ini untuk menghidari risiko tertular penyakit yang mematikan.

Mereka sangat berjasa untuk mendapat keterangan pertama dari penderita sambil menyelidiki sumber penyebaran wabah penyakit.

Profesi Yang Sangat Mengerikan

1. Entomolog Forensik

Profesi ini, mempelajari serangga dan biologi arthropod untuk keperluan penyelidikan polisi atas kasus kriminal - baik itu investigasi kematian hingga mendeteksi narkoba dan racun.

Pengelola CareerCast.com, Tony Lee, mengungkapkan bahwa entomolog forensik biasanya mencari serangga yang berada di dalam mayat manusia, misalnya belatung dan lalat. Dengan penemuan serangga seperti itu, entomolog forensik bisa memperkirakan waktu atau tempat di mana korban mati secara tidak wajar.

Profesi ini tidak cocok bagi penderita necrophobia (takut dengan jenazah), entomophobia (takut dengan serangga), atau hemophobia (takut melihat darah). Bagi Careercast.com, entomolog forensik patut masuk peringkat pertama sebagai pekerjaan yang paling mengerikan, bukan karena bahayanya, melainkan terkait dengan hal-hal yang ditakuti banyak orang.

2. Pekerja tambang

Mereka biasa bekerja ratusan meter di bawah tanah dan berisiko terkubur hidup-hidup bila jalur keluar-masuk ke permukaan tanah tertutup longsor. Insiden ini sering terjadi di mancanegara.

Publik pun masih teringat dengan terkuburnya 33 pekerja tambang di Chile. Sejak 5 Agustus lalu, mereka terkubur selama 69 hari di bawah tanah dengan kedalaman 700 meter. Beruntung, mereka semua bisa selamat.

Tempat kerja para penambang pun sangat berbahaya. Mereka harus terbiasa berdekatan dengan bahan peledak, alat-alat berat dan berada di ruangan gelap yang sempit dan memiliki persediaan udara yang tipis.

Itulah sebabnya profesi penambang tidak cocok dilakoni oleh mereka yang takut berada di ruang yang sempit (claustrophobia), maupun penderita achluophobia (takut di dalam gelap), maupun mysophobia (takut dengan kuman atau kotoran).

3. Teknisi menara pemancar

Profesi ini dianggap lebih mengerikan ketimbang pembersih jendela gedung pencakar langit. Baru-baru ini ada tayangan rekaman video yang menunjukkan seorang teknisi dengan lincahnya memanjat suatu menara pemancar setinggi 1763 kaki (537,4 meter) di AS.

Menara pemancar tertinggi di AS adalah milik stasiun televisi KVLY-TV di North Dakota, yaitu setinggi 2.063 kaki (628,8 meter). Menara-menara itu butuh perawatan manual. Maka para teknisi pun harus memanjatnya.

Mereka yang mengalami acrophobia (takut di ketinggian) dan astraphobia (takut disambar petir) tidak akan coba-coba melamar jadi teknisi menara pemancar.

4. Penjinak bom

Film terbaik Festival Oscar 2010, "The Hurt Locker," cukup perinci menggambar betapa berbahayanya menjadi penjinak bom. Sedikit kesalahan membuat nyawa penjinak bom melayang, dan jarang sekali ada yang selamat dalam keadaan organ-organ tubuh tetap utuh walau sudah diperlengkapi dengan alat pengaman.

Bahkan penjinak bom bisa membahayakan nyawa orang lain bila mereka gagal mematikan alat peledak atau salah potong kabel pada detektor. Itulah sebabnya, penjinak bom termasuk profesi yang tidak populer. Selain dituntut sangat ahli dan telaten, penjinak bom juga harus mengandalkan intuisi yang tepat berdasarkan pengalaman dia sebelumnya atau orang lain, dan tidak bisa berlama-lama bila dia menghadapi bom waktu.

Profesi ini tidak cocok bagi pengidap nucleomitiphobia (takut dengan bom nuklir) dan thanatophobia (belum bertindak sudah takut mati).

5. Epidemiolog Lapangan

Pelaku profesi ini sudah paham dengan epidemiologi, yaitu suatu studi yang mempelajari penyebaran wabah penyakit yang berbahaya dan bagaimanapencegahan dan pengobatannya. Petugas epidemiolog lapangan ini lebih berisiko ketimbang pekerja medis tradisional, karena mereka harus berada di wilayah wabah dan berhubungan langsung dengan para penderita atau pihak yang dicurigai telah tertular suatu virus yang berbahaya.

Pada kasus-kasus tertentu, mereka diperlengkapi dengan perlindungan diri, mulai dari masker biasa hingga jubah khusus. Ini untuk menghidari risiko tertular penyakit yang mematikan.

Mereka sangat berjasa untuk mendapat keterangan pertama dari penderita sambil menyelidiki sumber penyebaran wabah penyakit.

Jumat, 09 April 2010

Pesawat Berusia 100 Tahun Ditemukan di Kutub Utara

Sekelompok tim ekspedisi berhasil menemukan bangkai pesawat di Antartika yang telah diselimuti es. Pesawat tersebut dipercaya sebagai yang pertama berhasil masuk ke wilayah daratan es itu, lebih dari se-abad lalu.

Australia mengaku telah melakukan berbagai pencarian selama puluhan tahun untuk menemukan pesawat Vicker lawas yang hanya dilengkapi dengan satu baling-baling itu di Cape Denison, Antartika. Pesawat Vicker itu ditinggalkan oleh penjelajah kenamaan Australia bernama Douglas Mawson pada ekspedisi yang dilakukannya tahun 1911-1914 karena gagal terbang. 

"Keberuntungan sedang berada di pihak kami dan ini merupakan bagian terbaik dalam sejarah penerbangan Antartika," ujar Dr Tony Stewart, sang ketua tim ekspedisi yang menemukan fosil pesawat tersebut, seperti dikutip melalui Reuters, Sabtu (2/1/2010).


Mimpi Mawson ini membuka jalan bagi kemungkinan adanya penerbangan ke Antartika, melewati bongkahan dan daratan es. Ekepedisi yang dilakukan Mawson ini terjadi sepuluh tahun setelah Wright bersaudara berhasil menemukan mesin pesawat untuk pertama kalinya.

Pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan gagal terbang dalam sebuah demonstrasi yang dilakukan kala itu. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, hanya saja sayap pesawat mengalami kerusakan. Akibat tidak adanya waktu untuk memperbaiki pesawat tersebut, Mawson membuang sayap pesawat dan mengambil sisanya untuk dijadikan air tractor untuk mengangkut barang sepanjang daratan es. Sayangnya, meski roda diganti dengan alat luncur, mesin pesawat tidak mampu bertahan sehingga mati di tengah jalan.
 Mawson pun akhirnya meninggalkan pesawat tersebut di tengah daratan es. Selama hampir 100 tahun ditinggalkan, pesawat tersebut telah diselimuti oleh es dan hampir kehilangan bentuknya

Pesawat Berusia 100 Tahun Ditemukan di Kutub Utara

Sekelompok tim ekspedisi berhasil menemukan bangkai pesawat di Antartika yang telah diselimuti es. Pesawat tersebut dipercaya sebagai yang pertama berhasil masuk ke wilayah daratan es itu, lebih dari se-abad lalu.

Australia mengaku telah melakukan berbagai pencarian selama puluhan tahun untuk menemukan pesawat Vicker lawas yang hanya dilengkapi dengan satu baling-baling itu di Cape Denison, Antartika. Pesawat Vicker itu ditinggalkan oleh penjelajah kenamaan Australia bernama Douglas Mawson pada ekspedisi yang dilakukannya tahun 1911-1914 karena gagal terbang. 

"Keberuntungan sedang berada di pihak kami dan ini merupakan bagian terbaik dalam sejarah penerbangan Antartika," ujar Dr Tony Stewart, sang ketua tim ekspedisi yang menemukan fosil pesawat tersebut, seperti dikutip melalui Reuters, Sabtu (2/1/2010).


Mimpi Mawson ini membuka jalan bagi kemungkinan adanya penerbangan ke Antartika, melewati bongkahan dan daratan es. Ekepedisi yang dilakukan Mawson ini terjadi sepuluh tahun setelah Wright bersaudara berhasil menemukan mesin pesawat untuk pertama kalinya.

Pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan gagal terbang dalam sebuah demonstrasi yang dilakukan kala itu. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, hanya saja sayap pesawat mengalami kerusakan. Akibat tidak adanya waktu untuk memperbaiki pesawat tersebut, Mawson membuang sayap pesawat dan mengambil sisanya untuk dijadikan air tractor untuk mengangkut barang sepanjang daratan es. Sayangnya, meski roda diganti dengan alat luncur, mesin pesawat tidak mampu bertahan sehingga mati di tengah jalan.
 Mawson pun akhirnya meninggalkan pesawat tersebut di tengah daratan es. Selama hampir 100 tahun ditinggalkan, pesawat tersebut telah diselimuti oleh es dan hampir kehilangan bentuknya

Kamis, 08 April 2010

PERTUMBUHAN OTAK TERJADI PADA 2 TAHUN PERTAMA AWAL KEHIDUPAN

Risiko anak Balita yang mendenita gizi kurang pada 2 tahun pertama atau awal kehidupannya pertumbuhan otal berkembang maksimal karena dalam masa itu 80% sel-sel otaknya sudah terbentuk. Karena itu walaupun anggaran pendidikan dinaikkan, kalau pada masa Balita anak-anak mengalami pertumbuhan kelak pada waktu sekolah tidak akan menjadi yang cerdas, pertumbuhan fisiknya pendek, produktivitas menurun dan pada masa tuanya akan mudah terserang penyaki-penyakit degeneratif seperti kanker, hipentensi dan lain-lain.

Demikian penjelasan Dr. Rachmi Untoro, MPH Direktur Gizi Masyarakat Ditjen Bina Kesmas Depkes kepada wartawan usai penutupan Seminar Internasional tentang Pertumbuhan Anak dan Kemiskinan di Jakarta tanggal 13 November 2002.

Dr. Rachmi Untoro menambahkan secara anatomis otak berkembang baik pada usia 2 tahun pertama memperoleh asupan gizi secara baik, tetapi jika pada asupan gizinya kurang maka perkembangan otaknya tidak berkembang atau biasa dikenal dengan otak kosong. Untuk memantau tumbuh kembang anak Balita harus dilakukan orang tua dengan membawa anak Balita ke Posyandu terdekat setiap bulan. Selain itu pemantauan juga harus dilakukan oleh kader, tokoh masyarakat dan di era desentralisasi adalah Pemda dan DPRD sangat menentukan untuk mengalokasikan dana yang cukup untuk pendidikan dan kesehatan.

Lebih lanjut ditegaskan, Indonesia menghadapi masalah gizi yang cukup memprihatinkan, karena berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2000, 75% dari total kabupaten di Indonesia berada dalam kondisi masalah gizi pada balita diatas 20%.

Sedangkan jumlah penderita gizi buruk pada anak Balita semenjak tahun 1989 sampai dengan tahun 2000 tidak terjadi perubahan. Pada tahun 1989 dengan total penduduk 177.614.965 orang, kasus gizi buruk pada Balita adalah 1.342.796 anak. Sedangkan pada tahun 2000 dengan total penduduk 203.456.005 orang, kasus gizi buruk pada Balita adalah 1.348.181 anak.

Masalah gizi juga diderita Wanita Usia Subur (WUS) dan remaja perempuan menderita kurang energi kronik (KEK) yang menandakan kekurangan zat-zat gizi berupa karbohidrat dan protein mengakibatkan seperlima WUS mempunyai Lingkar Lengan kurang dan 23,5 cm yang berpotensi melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau kurang dan 2.500 gram dengan prevalensi sekitar 7-14% dan angka ini selama 10 tahun terakhir tidak mengalami perubahan. Sebanyak 24% anak Balita menderita gizi kurang yang berarti berat badannya tidak sesuai dengan umurnya dan 36% anak usia sekolah niempunyai tubuh pendek.

Menurut Dr. Rachmi Untoro, untuk memperbaiki gangguan pertumbuhan anak Balita, tidak bisa dilakukan Departemen Kesehatan saja, melainkan harus ditangani berbagai pihak utamanya dimulai dari tingkat bawah yakni menurunkan kemiskinan, pendidikan, ketersediaan pangan dan kesempatan kerja.

Prof. Soekirman, Ph.D, Steering Committee Seminar dan pakar Gizi senior dari IPB menambahkan selama ini para pakar ekonomi mengukur kemiskinan dari pendapatan perkapita atau pemilikan harta. Sejak tahun 1970-an para pakar gizi dunia mengembangkan indikator kemiskinan dengan mengukur gangguan pertumbuhan berat badan anak balita.

Pada Millenium Goals 2000 para pemimpin dunia sepakat untuk mengurangi separo proporsi orang miskin pada tahun 2015. Dalam kesepakatan itu proporsi anak balita yang kurang gizi atau berat badan rendah ditetapkan sebagai salah satu indikator kesehatan.

Kemiskinan, kata Prof. Soekirman berkaitan dengan kurang gizi yang dicerminkan adanya gangguan pertumbuhan fisik anak balita. Kemiskinan dapat merupakan penyebab terjadinya kurang gizi, tetapi kemiskinan juga dapat terjadi sebagai akibat dari kurang gizi.

Sementara itu Prof. Dr. Tonny Sadjimin, Ketua Organizing Committee menegaskan untuk membahas kesepakatan Millenium Development Goals 2000 para pakar gizi, kesehatan anak, kesehatan masyarakat dari berbagai negara menghadiri seminar tetang pertumbuhan anak dan kemiskinan di Jakarta tanggal 11-13 November 2002. Seminar diselenggarakan oleh UGM bekerjasama dengan Depkes, UNICEF dan Bank Dunia.

Menurut Prof. Tony Sadjimin, dipilihnya Indonesia sebagai tempat seminar antara lain karena Indonesia merupakan salah satu negara yang mempelopori program pemantauan pertumbuhan anak dengan memperkenalkan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Posyandu. Program ini berlangsung sejak tahun 1970-an hampir di semua desa di Indonesia.

Kegiatan Posyandu yang berbasis masyarakat desa pada tahun 1980-an diakui keberhasilannya oleh dunia dalam melindungi dan mencegah anak balita menderita kurang gizi, gangguan pertumbuhan fisik dan mental. Namun sayang sejak tahun 1990-an Posyandu kehilangan pamornya karena merosotnya mutu kader dan pelayanannya. Padahal Posyandu dan KMS-nya telah diadopsi menjadi model di beberapa negara Amerika Latin dan berhasil baik.

PERTUMBUHAN OTAK TERJADI PADA 2 TAHUN PERTAMA AWAL KEHIDUPAN

Risiko anak Balita yang mendenita gizi kurang pada 2 tahun pertama atau awal kehidupannya pertumbuhan otal berkembang maksimal karena dalam masa itu 80% sel-sel otaknya sudah terbentuk. Karena itu walaupun anggaran pendidikan dinaikkan, kalau pada masa Balita anak-anak mengalami pertumbuhan kelak pada waktu sekolah tidak akan menjadi yang cerdas, pertumbuhan fisiknya pendek, produktivitas menurun dan pada masa tuanya akan mudah terserang penyaki-penyakit degeneratif seperti kanker, hipentensi dan lain-lain.

Demikian penjelasan Dr. Rachmi Untoro, MPH Direktur Gizi Masyarakat Ditjen Bina Kesmas Depkes kepada wartawan usai penutupan Seminar Internasional tentang Pertumbuhan Anak dan Kemiskinan di Jakarta tanggal 13 November 2002.

Dr. Rachmi Untoro menambahkan secara anatomis otak berkembang baik pada usia 2 tahun pertama memperoleh asupan gizi secara baik, tetapi jika pada asupan gizinya kurang maka perkembangan otaknya tidak berkembang atau biasa dikenal dengan otak kosong. Untuk memantau tumbuh kembang anak Balita harus dilakukan orang tua dengan membawa anak Balita ke Posyandu terdekat setiap bulan. Selain itu pemantauan juga harus dilakukan oleh kader, tokoh masyarakat dan di era desentralisasi adalah Pemda dan DPRD sangat menentukan untuk mengalokasikan dana yang cukup untuk pendidikan dan kesehatan.

Lebih lanjut ditegaskan, Indonesia menghadapi masalah gizi yang cukup memprihatinkan, karena berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2000, 75% dari total kabupaten di Indonesia berada dalam kondisi masalah gizi pada balita diatas 20%.

Sedangkan jumlah penderita gizi buruk pada anak Balita semenjak tahun 1989 sampai dengan tahun 2000 tidak terjadi perubahan. Pada tahun 1989 dengan total penduduk 177.614.965 orang, kasus gizi buruk pada Balita adalah 1.342.796 anak. Sedangkan pada tahun 2000 dengan total penduduk 203.456.005 orang, kasus gizi buruk pada Balita adalah 1.348.181 anak.

Masalah gizi juga diderita Wanita Usia Subur (WUS) dan remaja perempuan menderita kurang energi kronik (KEK) yang menandakan kekurangan zat-zat gizi berupa karbohidrat dan protein mengakibatkan seperlima WUS mempunyai Lingkar Lengan kurang dan 23,5 cm yang berpotensi melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau kurang dan 2.500 gram dengan prevalensi sekitar 7-14% dan angka ini selama 10 tahun terakhir tidak mengalami perubahan. Sebanyak 24% anak Balita menderita gizi kurang yang berarti berat badannya tidak sesuai dengan umurnya dan 36% anak usia sekolah niempunyai tubuh pendek.

Menurut Dr. Rachmi Untoro, untuk memperbaiki gangguan pertumbuhan anak Balita, tidak bisa dilakukan Departemen Kesehatan saja, melainkan harus ditangani berbagai pihak utamanya dimulai dari tingkat bawah yakni menurunkan kemiskinan, pendidikan, ketersediaan pangan dan kesempatan kerja.

Prof. Soekirman, Ph.D, Steering Committee Seminar dan pakar Gizi senior dari IPB menambahkan selama ini para pakar ekonomi mengukur kemiskinan dari pendapatan perkapita atau pemilikan harta. Sejak tahun 1970-an para pakar gizi dunia mengembangkan indikator kemiskinan dengan mengukur gangguan pertumbuhan berat badan anak balita.

Pada Millenium Goals 2000 para pemimpin dunia sepakat untuk mengurangi separo proporsi orang miskin pada tahun 2015. Dalam kesepakatan itu proporsi anak balita yang kurang gizi atau berat badan rendah ditetapkan sebagai salah satu indikator kesehatan.

Kemiskinan, kata Prof. Soekirman berkaitan dengan kurang gizi yang dicerminkan adanya gangguan pertumbuhan fisik anak balita. Kemiskinan dapat merupakan penyebab terjadinya kurang gizi, tetapi kemiskinan juga dapat terjadi sebagai akibat dari kurang gizi.

Sementara itu Prof. Dr. Tonny Sadjimin, Ketua Organizing Committee menegaskan untuk membahas kesepakatan Millenium Development Goals 2000 para pakar gizi, kesehatan anak, kesehatan masyarakat dari berbagai negara menghadiri seminar tetang pertumbuhan anak dan kemiskinan di Jakarta tanggal 11-13 November 2002. Seminar diselenggarakan oleh UGM bekerjasama dengan Depkes, UNICEF dan Bank Dunia.

Menurut Prof. Tony Sadjimin, dipilihnya Indonesia sebagai tempat seminar antara lain karena Indonesia merupakan salah satu negara yang mempelopori program pemantauan pertumbuhan anak dengan memperkenalkan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Posyandu. Program ini berlangsung sejak tahun 1970-an hampir di semua desa di Indonesia.

Kegiatan Posyandu yang berbasis masyarakat desa pada tahun 1980-an diakui keberhasilannya oleh dunia dalam melindungi dan mencegah anak balita menderita kurang gizi, gangguan pertumbuhan fisik dan mental. Namun sayang sejak tahun 1990-an Posyandu kehilangan pamornya karena merosotnya mutu kader dan pelayanannya. Padahal Posyandu dan KMS-nya telah diadopsi menjadi model di beberapa negara Amerika Latin dan berhasil baik.

Rabu, 07 April 2010

Penemuan Berguna Yang Disalahgunakan

1. Zyklon B


Fritz Haber adalah ilmuwan Yahudi yang memenangkan hadiah Nobel karena menciptakan pupuk nitrogen murah dan juga membuat senjata kimia untuk Jerman pada Perang Dunia I. Insektisida hasil penemuannya digunakan untuk pengasapan di toko beras yang bertanggung jawab atas kematian 1,2 juta orang. Zyklon B-nya menjadi metode eksekusi favorit di ruang gas saat pembakaran.

2. Agent Orange


Arthur Galston membuat sebuah bahan kimia yang bisa mempercepat pertumbuhan kacang kedelai dan membuatnya bisa ditumbuhkan di area dengan musim pendek. Sayangnya, pada konsentrasi yang tinggi bahan ini justru akan menggundulkan kacang kedelai tersebut dan fungsi bahan ini lalu digantikan menjadi herbisida (pemberantas tanaman liar) walau Galston khawatir akan dampaknya terhadap manusia.

Bahan ini disuplai ke pemerintah AS di tong bergaris oranye dan 77 juta liter Agent Orange 

disemprotkan ke 


Vietnam yang menyebabkan 400.000 kematian dan cacat dengan 500.000 cacat kelahiran.





3. Senapan Gatling






Richard Jordan Gatling mencuptakan senapan Gatling setelah dia mencatat lebih besarnya kematian warga Amerika karena penyakit daripada tembakan. Di tahun 1877, dia menulis:

"Ini menyadarkan saya kalau saya bisa menemukan sebuah alat (senjata) yang dengan kecepatan tembakannya dapat membuat seseorang bisa berperang sebagai seribu orang, itu akan menurangi jumlah tentara yang dibutuhkan dan saya merasa merasa akan lebih mudah untuk menyiapkan makanan bagi para prajurit."

Senapan Gatling digunakan hampir sukses untuk memperluas kolonial kerajaan Eropa dengan tanpa ampun menyiksa tentara pribumi dengan senjata primitif.

4. TNT

oseph Wilbrand adalah seorang kimiawan Jerman yang menemukan trinitrotoluena pada tahun 1863 yang digunakan untuk pewarna kuning. Tapi tidak hingga tahun 1902 saat disadari kekuatan ledakan TNT dan digunakan sebagai senjata peledak secara luas oleh kedua belah pihak saat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sampai saat ini pun TNT masih digunakan di militer.

5. Bensin Bertimah


Thomas Midgley adalah orang yang menemukan Freon CFC sebagai bahan pendingin yang aman untuk menggantikan bahan pendingin beracun seperti ammonia dalam penggunaannya secara luas. Namun, yang dihasilkan dari bahan ini rupanya kerusakan luas lapisan ozon.

Ide terkenal lainnya adalah untuk menambahkan timah tetraetil ke bensin yang menyebabkan permasalahan kesehatan dunia dan kematian karena keracunan timah. Dia dianggap sebagai pria yang "paling banyak memberi dampak pada atmosfir daripada orang lain dalam sejarah bumi."

6. Gas Sarin

Dr. Gerhard Schrader adalah seorang kimiawan Jerman yang berspesialisasi dalam penemuan insektisida baru, berharap bisa membuat kemajuan demi melawan kelaparan di dunia. Namun, Dr. Schrader terkenal karena penemuan berbahaya gas beracun seperti sarin dan tabun, dan karena hal ini, terkadang dia dipanggil "bapak gas beracun".

7. Fusi Nuklir

Sir Marcus Laurence Elwin Oliphant adalah orang pertama yang menngetahui kalau nukleus hidrogen padat bisa direaksikan satu sama lain. Reaksi fusi ini adalah dasar dari bom hidrogen. Sepuluh tahun kemudian, ilmuwan Amerika Edward Teller mendalami penemuan Oliphant untuk membuatnya. Namun, Oliphant yang hanya ingin tahu struktur nukleus dari atom tersebut tidak memperkirakan penggunaannya di masa mendatang.

8. Roket


Meskipun keinginan besar dan mimpi astronomi adalah untuk menggunakan roket dalam mengeksplorasi luar angkasa, hasil kerja Wernher von Braun digunakan untuk membuat roket Nazi V2 yang membunuh 7.250 tentara dan penduduk sipil dan diperkirakan 20.000 buruh selama konstruksi.

Lalu, di AS dia membuat sebuah rangkaian roket ICBM yang mampu membawa banyak nuklir peledak sekaligus yang dibawa berkeliling dunia sebelum dia menyelamatkan reputasinya dengan membuat roket Saturn V yang membawa manusia ke bulan.

9. Kamp Konsentrasi


Frederick Roberts, Pangeran Roberts pertama membuat kamp pengungsi untuk memberikan perlindungan kepada keluarga sipil yang diserang yang meninggalkan rumahnya karena berbagai alasan di Perang Boer. Namun, saat Lord Kitchener menggantikan Roberts sebagai komandan utama di Afrika Selatan tahun 1900, tentara Inggris memperkenalkan taktik baru dengan tujuan untuk menghancurkan serangan gerilya dan arus pertumbuhan rakyat sipil.

Kitchener memprakarsai rencana untuk "menyingkirkan serangan gerilya dalam sebuah rangkaian gerkan sistimatik, terorganisir seperti olahraga menembak, dengan kesuksesan yang ditentukan dengan sekantung orang mati, tertangkap dan terluka, dan untuk menyapu bersih negara dari apapun yang bisa memberi makanan untuk pelaku penyerangan gerilya, termasuk wanita dan anak-anak."

Strategi itu berhasil menangkap 28.000 orang Boer sebagai tawanan perang dan 25.630 lainnya ditenggelamkan ke laut. Sebagian besar sisa orang-orang Boer di kamp lokal adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 26.000 wanita dan anak-anak meninggal di kamp konsentrasi ini.

10. Ekstasi


Anton KÃllisch membuat 3,4-metilendioksimetamfetamin sebagai hasil penelitiannya berupa obat untuk melawan pendarahan yang tidak normal. Hasil penelitiannya tersebut tidak digubris selama 70 tahun hingga menjadi terkenal di kalangan klubdance di awal 80an. Dan bermula dari kebiasaan Rave (dance party) di akhir tahun 80an yang mengadopsi Ekstasi sebagai obat pilihanlah yang membuat MDMA menjadi empat besar obat ilegal yang membunuh sekitar 50 orang per tahun di Inggris. Penemunya meninggal di Perang Dunia I.